Kamis, 10 Desember 2009
LONDON - Petualang asal Swiss Bertrand Picard memamerkan prototipe pesawat bertenaga matahari yang akan menemaninya terbang keliling dunia.
Pesawat bertenaga matahari ini memiliki panjang 61 meter dan berat 1.500 kilogram. Rencananya, dalam waktu dekat Picard akan mengadakan uji coba penerbangan pesawat di malam hari.
Sebelumnya pada 2009, Picard sebelumnya pernah membuat sejarah perjalanan berkeliling bumi tanpa henti dengan menggunakan balon udara. Kini dia ingin menunjukkan potensi energi terbarukan melalui hasil karya pesawat berenergi matahari. Demikian keterangan yang dikutip dari BBC, Jumat (26/6/2009).
"Saya ingin berkeliling dunia dengan pesawat energi matahari ini. Saya menyukai visi dimana kita harus menentukan tujuan dan mencoba mencari cara untuk meraihnya. Ini merupakan tantangan yang mengasyikkan," kata Picard.
Dengan optimis, Picard mengatakan akan mengadakan perjalanan ke Atlantik pada 2012 dengan menggunakan pesawat buatannya ini. Perjalanan ini kemungkinan besar akan penuh dengan risko. Pasalnya, pesawat buatan Picard mengandalkan energi matahari sebagai bahan bakarnya. Namun tim Solar Impulse yang membantu merancang misi penerbangan telah menemukan solusi untuk hal ini.
Pesawat dirancang khusus dengan memanfaatkan energi matahari yang efisien. Terdapat juga baterai yang menyimpan cadangan energi matahari sehingga pesawat tetap mendapatkan suply energi dalam keadaan gelap atau pada malam hari. (srn)
http://techno.okezone.com
CALIFORNIA - Ide cerdas dari dua orang bersaudara, Bill dan Steve Gill mampu memberdayakan limbah bawang merah menjadi sumber energi alternatif.
Kedua bersaudara pemilik perusahaan Gills Onions di California Utara ini mengelola sistem yang mengkonversi 30.000 pon sampah petani bawang merah menjadi sumber energi listrik.
"Kita sering melakukan pengembangan teknologi sumber energi alternatif dengan berbagai cara. Namun belum banyak yang tahu jika bawang merah bisa dijadikan sumber energi," kata Steve Gill.
Salah satu komponen dari sistem ini adalah digester anaerobik yang mengubah bawang busuk menjadi biogas. Gas tersebut kemudian diubah kedalam zat methanol, yaitu komponen utama gas alami.
Proses konversi ini akan menghasilkan gas alami yang bisa memberikan tenaga sel bahan bakar sebesar 600 kilowatt untuk membuat energi listrik. Demikian keterangan yang dikutip dari CNet, Jumat (17/7/2009).
Gills Onions memperkirakan, proyek ramah lingkungan bernilai USD9,5 juta ini akan sangat bermanfaat. Diramalkan dalam kurun waktu enam tahun akan segera memberikan balik modal investasi.
Dari sisi keuntungan lainnya, proyek ini akan mengurangi biaya tagihan listrik hingga USD700.000 per tahun. Selain itu, Gill Onions juga sudah memperhitungkan bahwa proyek yang mereka jalankan akan menghemat biaya pengelolaan sampah bawang sebesar USD400.000 setiap tahunnya. (srn)
http://techno.okezone.com/
Rumah berputar di Wingham, New South Wales, Australia
SIDNEY - Sebuah rumah di Australia menjadi perhatian banyak orang. Bukan hanya karena desainnya yang berbeda tapi rumah ini juga memiliki teknologi rotasi yang akan berputar mengikuti arah matahari.
Rumah yang dimiliki oleh sepasang suami istri Luke dan Debbie Everingham ini memiliki desain oktagonal (delapan sudut). Lantai dasarnya dibuat melingkar dan atapnya dibuat mirip seperti atap mercusuar. Desain ini sangat berbeda dengan rumah-rumah biasa yang berdesain kotak dengan atap yang mengerucut.
Dilansir melalui Daily Mail, Kamis (10/12/2009), desain rumah oktagonal yang terletak di Wingham, New South Wales ini dimaksudnya untuk mempermudah dan memperbanyak kuantitas sinar matahari yang masuk. Sedangkan lantai dasar melingkar, yang hampir mirip turntable, dibuat agar mempermudah perputaran rumah.
Semua ruangan dalam rumah tersebut dilengkapi dengan saluran air dan listrik yang terpusat yang akan mengikuti saat rumah berputar. Mekanisme ini dibuat sedemikian rupa dengan tenaga yang berasal dari dua buah mesin listrik kecil, tidak lebih besar dari ukuran mesin cuci, dengan kendali yang berasal dari panel layar sentuh di ruang tamu.
Untuk membuat rumah tersebut, Keluarga Everingham menghabiskan dana sekira 400.000 poundsterling. Rumah tersebut memiliki berat sekira 20 hingga 30 ton, dengan diameter 24 meter dan dapat berputar 360 derajat.
"Permasalahan yang saya hadapi sekarang, kadang-kadang kami suka mengalami disorientasi arah," ujar Luke Everingham berkelakar. (srn)
http://techno.okezone.com/
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)




